Saturday, January 5, 2013

Be Prepared on the Test!


BE PREPARED ON THE TEST!


Anak-anakku yang sholeh/sholehah, sebentar lagi kita menghadapi ujian mid semester. Tepatnya tanggal 1 Oktober 2012. Mari kita persiapkan dari sekarang agar prestasi kita benar-benar meningkat dan agar kita semakin paham akan materinya. 
Meskipun hasil nilai ujian bukan segala-galanya, tapi nilai itu bisa menjadi tolok ukur keberhasilan kita belajar di sekolah ini. Selain itu, dengan nilai baik, pasti akan membuat kita, orang tua dan guru senang. Oke-lah kalau begitu, berikut ini mister kutipkan beberapa tips persiapan untuk menghadapi ujian, selamat belajar ya?!.

1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

9. Latih Sendiri Kemampuan Kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

10. Sediakan Waktu Untuk Istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru. Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Delapan Langkah Memotivasi Belajar Siswa



Delapan Langkah Memotivasi Belajar Siswa

Oleh: Primma Russanti
Guru Kelas 6 Sekolah Ciputra, Citraland-Surabaya
Sebagai seorang guru di sekolah dasar (SD), tentu Anda pernah mengamati siswa-siswi di kelas tiba-tiba kurang motivasi belajar. Hal ini sering ditandai dengan sikap negatif, seperti malas mengerjakan tugas, tidak merespons pertanyaan guru, tidak mau memberi pendapat, berperan sebagai pengikut saja atau tidak punya inisiatif, dan mengganggu teman atau berkomentar yang menarik perhatian orang lain. Jika Anda mengalami salah satu hal tersebut, bisa dipastikan suasana kelas menjadi tidak menyenangkan.
Nah, kalau kita berkaca sebagai siswa, mereka juga merasakan bahwa hal yang sama. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi karena guru lupa atau jarang memberi penghargaan atau pujian kepada siswanya tentang hal kecil apapun yang sudah mereka lakukan ketika mereka telah melakukan perubahan dalam bidang akademik dan perilaku. Bagaimanapun, pujian sesederhana apapun secara verbal sebenarnya dapat memengaruhi rasa diterima dan dipercayai kemampuannya sebagai seorang manusia. Otomatis hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar dikelas.
Berikut beberapa cara memberi penghargaan atau pujian yang bisa dilakukan guru dalam proses belajar mengajar:
1. Pujian Verbal
Dalam bahasa Inggris banyak sekali kata-kata yang bisa kita gunakan untuk memuji siswa, seperti great job, good, awesome, amazing, well done, outstanding, superb, wonderful, dan lain-lain. Di dunia barat, memberi pujian secara verbal dan spontan adalah hal yang lumrah, biasa dilakukan oleh siapa saja, suami kepada istri, anak, saudara, kita kepada teman atau orang lain. Budaya di Indonesia memberi pujian secara verbal belum umum dilakukan karena kita tak terbiasa mengekspresikan perasaan secara langsung. Hanya sedikit kata-kata yang mewakili ekspresi perasaan, seperti luar biasa, bagus, baik, keren dan lumayan. Jadi, berilah pujian secara verbal dan langsung kepada siswa Anda sekecil apapun yang dilakukan oleh mereka. Misalnya biasakan mengucapkan terima kasih bila murid membantu membawakan buku. Ucapkan ‘usahamu bagus’ bila Anda melihat murid Anda berusaha mengerjakan soal matematika meski ia masih salah menjawabnya.

2. Poin Kelompok
Poin kelompok merupakan salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar di kelas. Bahkan dapat pula menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kerjasama. Caranya mudah. Bentuklah kelompok kompetisi saat Anda ingin memberi pertanyaan pada siswa. Ooin bisa 1 sampai 10 atau 10 sampai 100 sesuai kebutuhan. Poin tak hanya untuk kelompok yang dapat menjawab pertanyaan, tapi dapat juga diberikan ketika Anda fokus pada managemen kelas, misalnya kelompok yang paling rajin, kompak, atau bersemangat.

3. Umumkan di Kelas
Jika Anda ingin meningkatkan rasa bangga, martabat, atau eksistensi siswa, bacalah karya-karya siswa di depan semua murid. Berilah komentar positif dan hal-hal yang perlu ditingkatkan. Mintalah teman-temannya untuk berkomentar positif terhadap hasil karya temannya.

4. Menulis Komentar Positif
Jika Anda memeriksa pekerjaan siswa, jangan hanya memberi angka. Berilah komentar positif dibukunya dengan kalimat, bukan sekadar tulisan ‘bagus’. Jeli dalam melihat kelebihan siswa akan membuat siswa merasa istimewa di mata gurunya.

5. Pemilihan Murid Berprestasi
Pemilihan murid berprestasi tidak harus difokuskan pada nilai angka. Sebagai guru, Anda dapat menentukan kriteria bersama-sama dengan siswa di kelas untuk menetapkan pemilihan siswa berprestasi secara berkala. Kriteria bisa berdasarkan pada seringnya menunjukkan kemajuan belajar, usaha yang dilakukan, sikap, detail pekerjaan, semangat belajar dan sebagainya. Pentingnya menentukan kriteria bersama dapat berdampak positif terhadap siswa di kelas, yaitu menumbuhkan rasa saling memiliki.

6. Stiker dan Stempel
Memberikan penghargaan terhadap hasil kerja siswa dapat dilakukan dengan cara menempel stiker, mencap dengan stempel kartun, atau Anda dapat menggambar bintang di buku mereka dan memberi komentar positif. Misalnya dengan mengatakan: “Pekerjaanmu istimewa, kamu sudah menunjukkan usaha yang luar biasa. Yang perlu ditingkat adalah….” Tunjukkan bahwa murid Anda adalah istimewa.

7. Grafik Prestasi
Buatlah satu lembar grafik berupa grid atau seperti dalam buku kotak-kotak, yang berisi nama siswa seluruh kelas. Setiap kali Anda menemukan siswa menunjukkan kemajuan, baik akademik maupun tingkah laku, maka siswa akan mewarnai satu kotak pada grafik. Berapa kotak yang harus diwarnai, terserah kebijakan Anda sebagai guru. Grafik ini dapat memudahkan guru dalam memantau perkembangan akademik dan tingkah laku siswa. Grafik ini dapat pula menumbuhkan jiwa kompetensi. Siswa yang grafiknya rendah akan terpacu untuk belajar giat.

8. Tulis Nama Siswa di Papan Tulis
Cara yang paling mudah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan membuat siswa merasa istimewa adalah dengan menuliskan namanya di papan dan menggambar bintang di sebelahnya.

Perlu diingat bahwa setiap anak di kelas butuh diterima oleh guru dan teman-temannya serta eksistensinya diakui. Manfaat lain adalah kelas Anda menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Siswa juga akan lebih fokus dan senang belajar. Materi apapun yang Anda ajarkan akan menjadi lebih variatif dan tidak membosankan. Jika setiap anak merasa istimewa diterima segala kelebihan dan kekurangannya, otomatis hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan selanjutya akan meningkatkan motivasi belajar. Strategi di atas hanyalah beberapa contoh saja. Sebagai guru, Anda harus terus mengeksplor diri.
Perlu diingat pula bahwa Anda harus melibatkan seluruh siswa dalam menentukan kriteria atau ketentuan untuk siswa yang layak mendapat penghargaan. Keterlibatan siswa dapat menumbuhkan rasa memiliki kelasnya, diterima, dan dibutuhkan. Tidak harus semua strategi tersebut dilakukan pada saat bersamaan, tetapi diskusikan dengan siswa apa yang mereka inginkan. Suksesnya pengelolaan kelas tidak hanya ditentukan oleh nilai angka yang diperoleh siswa, tetapi bagaimana siswa memahami apa yang dipelajari, dapat mengaplikasikan, dan punya motivasi belajar. Email: russanti@yahoo.com).

Thursday, January 3, 2013

IPM: Pendekatan Ideologis dan Organisatoris


Ikatan Pelajar MuhammadiyahPendekatan Ideologis dan Organisatoris

A.  Pendekatan Ideologis

Kelahiran IPM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah mempunyai dua nilai strategis dalam gerak perjuangannya. Pertama, IPM sebagai aksentuator (kepanjangan tangan) gerakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah dikalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah pada masa mendatang. Dari kedua hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa IPM adalah organisasi da’wah dan lembaga kaderisasi Muhammadiyah.

Organisasi yang lahir pada tanggal 05 Shafar 1430 H/ 18 Juli 1961 M di Surakarta ini tentunya mempunyai landasan dan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam setiap aktifitas organisasi. Ini dapat ditelaah dari Muqoddimah Anggaran Dasar IPM, Kepribadian IPM, Janji Pelajar Muhammadiyah, juga dari cita-cita ideal Ikatan Pelajar Muhammadiyah, yaitu : “Terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Itulah yang harus menjadi pedoman bagi kader IPM dalam menjalankan roda keorganisasian.

Muqoddimah Anggaran Dasar IPM

Ikatan Pelajar Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disembah dan dimintai pertolongan. Tiada Tuhan selain Dia. IPM meyakini sejak awal kehidupan, manusia sudah bersaksi atas ketuhanan Allah swt. Ini tercermin dalam Q.S. Al-Fatihah, kalimat syahadat, dan Q.S. Al-A’raf: 172, yang pertama-tama dicantumkan dalam muqoddimah anggaran dasar IPM.

Dengan semangat ke-Islam-an dan menjadikan Rasulullah Muhammad saw sebagai suri tauladan, IPM berkeyakinan mampu menjadi sebuah organisasi yang selalu melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Hal tersebut didorong oleh firman Allah dalam Q.S. Al-Imran : 104 dan 110.

Selain itu, IPM tidak boleh terlena dengan masa lalu melainkan harus berorientasi kedepan dengan terus melakukan kaderisasi (Q.S. An-Nisa: 9). Melakukan sesuatu berlandaskan ilmu (Q.S. Al-Mujadilah:11; Q.S. Al-Isra’: 36; Q.S. Az-Zumar: 9) serta berani bertindak untuk cita-cita perubahan ke arah yang lebih baik dengan kebersamaan dalam ikatan tanpa memandang salah satu pihak (Q.S. Ar-Ra’ad: 11; Q.S. Al-Maidah: 8; Q.S. An-Nahl: 90). Atas dasar pandangan tersebut, dirumuskanlah nilai-nilai dasar Ikatan Pelajar Muhammadiyah sbb :
  1. Nilai Ketauhidan
  2. Nilai Keilmuan
  3. Nilai Kemandirian
  4. Nilai Keadilan
  5. Nilai Kekaderan
Nilai-nilai itulah yang menjadi semangat gerak IPM dalam setiap langkah geraknya. Kemudian diturunkan dalam bentuk aturan dan panduan (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPM) yang harus dilaksanakan selama tidak bertentangan dengan dasar hukum yang lebih kuat yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (Q.S. An-Nisa: 59).

Kepribadian Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Kepribadian IPM adalah rumusan yang menggambarkan hakikat IPM, serta apa yang menjadi dasar dan pedoman amal perjuangan IPM, serta karakter gerakan yang dimilikinya. Kepribadian IPM ini berfungsi sebagai pedoman dan pegangan bagi gerak IPM menuju cita-cita terwujunya pelajar yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang pernah berubah nama menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (18 November 1992 s.d 28 Oktober 2008) mendasarkan segala aspek dan amal perjuangannya atas prinsip-prinsip sbb:

  1. Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah gerakan Islam, da’wah amar ma’ruf nahi munkar di kalangan pelajar.
  2. Ikatan Pelajar Muhammadiyah berfungsi dan berperan aktif sebagai kader persyarikatan, ummat dan bangsa dalam menunjang pembangunan manusia seutuhnya menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
  3. Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai gerakan pelajar yang membangun nalar keilmuan dan respon terhadap perkembangan zaman.
  4. Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yaitu sebuah organisasi yang diberi keleluasaan dalam mengelola rumah tangganya sendiri tanpa campur tangan dan intervensi.
  5. Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah organisasi independent, yaitu organisasi mandiri yang berada dalam bingkai kebebasan dan kemerdekaan untuk menentukan sikap dalam berpihak (hanya) kepada kebenaran.
  6. Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai gerakan advokasi pelajar dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan termasuk juga di dalamnya adalah hak dan kewajiban pelajar di lingkungannya.
Kepribadian Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah kader penggerak dan pendorong organisasi, sehingga IPM dapat menjalankan misinya sebagai penggerak dakwah Islam, gerakan ilmu dan gerakan pembaharu masyarakat. Maka kader IPM adalah kader yang harus memiliki kepribadian berikut ini:

  1. Kader IPM adalah kader yang teguh memegang aqidah dan keyakinan laa Ilaaha Illallah, Muhammadarrasulullah, serta Innaddina ‘Indallaahil Islaam.
  2. Disiplin beribadah, sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah SWT, serta Islam sebagai Rahmatan Lil ’alamin.
  3. Anggun dalam berakhlaq, menjadi tauladan di tengah masyarakat.
  4. Memiliki tradisi intelektual sehingga tercipta sikap kritis, inovatif dan kreatif sebagai landasan beramal kebajikan.
  5. Gemar beramal sholeh dengan landasan keunggulan intelektualitas, ilmu pengetahuan dan moral.
  6. Memperbanyak kawan, memperkuat ukhuwah.
  7. Sikap berjihad dengan segala potensi yang dimilikinya untuk persyarikatan, ummat dan bangsa.
  8. Janji Pelajar Muhammadiyah adalah konsepsi yang merupakan rangkuman dari Muqoddimah Anggaran Dasar IPM dan Kepribadian Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam bentuk komitmen sebagai Anggota IPM, terlebih seorang Kader.
B.  Pendekatan Organisatoris

Dalam kesempatan ini untuk pendekatan organisatoris dipersempit hanya membahas arah kebijakan dan program bidang sebagai dasar dalam pembentukan program kerja.

Kebijakan dan Program-program Bidang

Sasaran kebijakan IPM diarahkan pada dua, sasaran personal dan sasaran institusional:
  1. Sasaran personal. Diarahkan pada terwujudnya tradisi kesadaran kritis dalam berfikir dan bertindak sesuai dengan maksud dan tujuan IPM.
  2. Sasaran institusional. Diarahkan pada terciptanya struktur kelembagaan yang kuat dan fungsional melalui pengembangan ranting serta mekanisme kepemimpinan yang mantap dalam mendukung gerakan ikatan menuju gerakan kritis yang berparadigma transmormatif (lihat buku Pedoman Ranting hal. 64-76).
Sasaran institusional, dalam herarki (tingkatan) kebijakan pimpinan dari mulai PP IPM sampai ke PR IPM, Pimpinan Daerah diarahkan kepada:
  1. Motor penggerak IPM secara daerah.
  2. Melakukan aksi-aksi riil (nyata) yang telah menjadi keputusan Muktamar dan keputusan musyawarah di atasnya.
  3. Selalu berkoordinasi dengan PW IPM dan konsolidasi dengan PC IPM dan PR IPM ditingkat daerahnya.
Untuk mengukur keberhasilan suatu organisasi dalam satu periode tertentu, IPM menggunakan metode Indeks Progresifitas Gerakan (IPG) sebagai acuannya yang terbagi menjadi empat ranah, yaitu :  ranah kepemimpinan, ranah kaderisasi, ranah program, dan ranah produk.

Kepemimpinan (Leadership)
  1. Visi tentang IPM yang ideal
  2. Mampu membangun kesadaran yang kolektif
  3. Memproduksi wacana-wacana gerakan
  4. Mampu menggerakkan actor dan struktur
  5. Mampu mengartikulasikan (menerjemahkan) kepentingan basis gerakan
  6. Mampu membangun jaringan eksternal
Kaderisasi
  1. Ada Taruna Melati atau kegiatan kaderisasi pendukung yang sesuai SPI
  2. Ada kegiatan follow up kaderisasi
  3. Pendampingan yang berkelanjutan
  4. Munculnya komunitas hasil perkaderan sebagai basis gerakan
Program Kerja
  1. Adanya program-program disetiap bidang
  2. Adanya follow up dari program
  3. Adanya komunitas-komunitas pasca pelaksanaan program
  4. Adanya kegiatan rutin di masing-masing bidang
Produk
  1. Setiap bidang melahirkan produk dalam bentuk artefak-artefak, seperti : buku, majalah, bulletin, website, kaos, sticker, dll.
  2. Distribusi artefak baik internal maupun eksternal.
Dalam mencapai itu semua, maka maka digariskan kebijakan di masing-masing bidang dalam menyusun program kerja:
  • Bidang Kepemimpinan.
Menentukan arah ikatan yang jelas dan terukur,  menggairahkan kinerja ikatan dan peran lembaga kepemimpinan, komunikasi eksternal, serta mengevaluasi kegiatan kepengurusan IPM.
  • Bidang Administrasi
Mengawal terlaksananya sistem administrasi IPM di internal maupun pimpinan dibawahnya. Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan.
  • Bidang Keuangan.
Menata administrasi keuangan, menyusun alternative pendanaan dan menumbuhkan spirit kewirausahaan di internal organisasi.
  • Bidang Organisasi.
Penelitian potensi organisasi, menguatkan komunikasi internal pimpinan dan pimpinan dibawahnya, serta mengembangkan fungsi struktur organisasi.
  • Bidang Pengkaderan.
Menggelorakan perkaderan di internal dan pimpinan dibawahnya, mengembangkan kapasitas (kemampuan) kader inti, pengawasan dan penjagaan nilai-nilai kader.
  • Bidang Kajian Dakwah Islam.
Menggelorakan kajian ke-Islam-an dan mengembangkan kegiatan yang berorientasi da’wah dikalangan pelajar.
  • Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan.
Membudayakan baca dan tulis, penyadaran penguasaan teknologi, dan membentuk komunitas-komunitas ilmiah dikalangan pelajar.
  • Bidang Apresiasi, Seni Budaya dan Olah Raga.
Mengembangkan kajian kebudayaan, pelestarian seni & budaya lokal, dan membudayakan olahraga dikalangan pelajar.
  • Bidang Advokasi.
Mengidentifikasi permasalahan pelajar dan kebijakan-kebijakan yang kontra pelajar dan melakukan kerja-kerja penyadaran, pemberdayaan, dan pembelaan pelajar.


Lambang IPM


Arti Lambang Ikatan Pelajar Muhammadiyah


Bentuk : Segi lima bersisi runcing dibawah merupakan penjelmaan bentuk pena yg merupakan simbol pelajar/ilmu

Warna : Kuning : Keagungan
Merah : Keberanian
Hijau : Kesuburan
Hitam : Keabadian dan kekekalan

Dalam segitiga terdapat lambang matahari dan Al- Qur'an/buku yg terbuka melambangkan Aqidah Islam serta keilmuan dan juga terdapat tulisan "Nuun Wal Qalami Wama Yasthuruun."
(Demi penda dan apa yg segala dituliskannya. Qs.Al- Qalam : 1 ) MOTTO IPM

Kepribadian IPM


KEPRIBADIAN IPM

Oleh: Tarqum Aziz, SHI*

Kepribadian IPM adalah rumusan yang menggambarkan hakikat IPM, serta apa yang menjadi dasar dan pedoman amal perjuangan IPM, serta karakter gerakan yang dimilikinya. Kepribadian IPM ini berfungsi sebagai pedoman dan pegangan bagi gerak IPM menuju cita-cita terwujudnya pelajar yang ilmu, berakhlak mulia, dan terampil.

IPM adalah gerakan Islam amar makruf nahi munkar di kalangan pelajar yang ditujukan kepada dua bidang, pertama perorangan dan kedua masyarakat. Dakwah pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan:

a. Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid) berdasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam.
b. Kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk mengikuti nilai-nilai ajaran Islam.

Adapun dakwah amar makruf nahi munkar kedua ialah kepada masyarakat, bersifat perbaikan, bimbingan, dan peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan bersama dengan bermusyawarah atas dasar takwa dan mengharap keridhaan Allah semata. Dengan ini diharapkan dapat membentuk pelajar muslim yang berilmu, berkahlak mulia, dan terampil sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya di kalangan pelajar

Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju terwujudnya pelajar muslim yang berilmu, berkahlak mulia, dan terampil sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka IPM mendasarkan segala aspek dan amal perjuangannya atas prinsip-prinsip berikut ini:

a. IPM adalah gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar di kalangan pelajar.
b. IPM berperan aktif sebagai kader persyarikatan, umat, dan bangsa dalam menunjang pembangunan manusia seutuhnya menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
c. IPM sebagai gerakan pelajar yang membangun nalar keilmuan dan respon terhadap perkembangan zaman.
d. IPM merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yaitu sebuah organisasi yang diberi keleluasaan dalam mengelola rumah tangganya sendiri tanpa campur tangan dan intervensi.
e.IPM adalah organisasi independen yaitu organisasi mandiri yang berada dalam bingkai kebebasan dan kemerdekaan untuk menentukan sikap dalam berpihak (hanya) kepada kebenaran.

1. IPM sebagai Gerakan Dakwah

Ikatan Pelajar Muhammadiyah memandang bahwa Islam adalah satu-satunya jalan yang menyelamatkan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Ajaran Islam bersifat universal dan jika dihayati, dan diaktualisasikan dengan tepat, ajaran itu membawa daya robah yang luar biasa dalam sejarah peradaban manusia. Akan tetapi untuk menuju ke arah itu banyak instrumentasi yang harus dipenuhi dan diadakan, diantaranya adalah media dakwah. 

Dakwah Islam berfungsi sebagai mediator antara nilai-nilai ajaran Islam dengan realitas kehidupan umat Islam yang dalam banyak kesempatan terlalu jauh kesenjangannya, artinya umat Islam banyak yang belum tersentuh atau terpanggil oleh nilai luhur ajarannya. Pada konteks lain dakwah sangat penting dan menentukan dalam kehidupan beragama, dengan kata lain tanpa dakwah, Islam tidak akan berarti dan bermakna dalam realitas kehidupan.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah menegaskan dirinya sebagai gerakan dakwah Islam untuk ambil bagian dalam proses reformasi atau perubahan umat. Dakwah Islam IPM dakwah amar ma`ruf nahi munkar yang dipahami sebagai proses; Pertama, pembebasan manusia (liberasi) dari perilaku negatif dan kebiasaan buruk. Kedua, pelibatan manusia (emansipasi dan transformasi) secara aktif dalam pembangunan kehidupan yang positif pada segala aspek.

Secara institusional, IPM adalah alat atau media para kadernya untuk berdakwah. Sehingga dakwah IRM adalah dakwah yang memiliki; Pertama, subyek yaitu kader-kader organisasi yang terdiri dari para pelajar dan remaja muslim yang concern dan memiliki komitmen perjuangan. Kedua, obyek yaitu sasaran dakwah IPM yang terdiri atas komunitas remaja dengan pribadi-pribadi remaja sebagai sasaran pokok.

Dalam dakwah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, landasan utamanya adalah semangat tauhid dan semangat keilmuan. Semangat tauhid artinya bahwa misi perjuangan dakwah IPM adalah dien Islam seperti yang telah diserukan oleh Allah Subhanau Wata`ala. Dan semangat keilmuan artinya penagakan dien Islam tersebut memakai pertimbangan-pertimbangan rasional dan ilmu yang memadai untuk menjaga efektifitas dan kualitas dakwah itu sendiri.

2. IPM sebagai Gerakan Kader

Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah lembaga kaderisasi yang salah satu fungsinya adalah melakukan proses penyiapan kader-kader untuk terlibat dalam aktivitas kemanusiaan dan kemasyarakatan yang lebih luas dari lingkup IPM. Dan satu pertimbangan yang tidak bisa dipungkiri bahwa IPM merupakan organisasi otonom Muhammadiyah dan berfungsi menjaga proses kaderisasi di Muhammadiyah. Itu artinya IPM sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah. Fungsi pertama dan fungsi kedua IPM sebagai gerakan kader yang tersebut tadi secara sistematik dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Fungsi Kader Persyariakatan

IPM merupakan organisasi kader bagi Muhammadiyah, maka IPM berfungsi sebagai lembaga kaderisasi yang out-putnya adalah kader-kader persyarikatan baik sebagai pimpinan maupun pemegang amal usaha di masa yang akan datang. Untuk itu, dalam melakukan fungsi tersebut yang perlu diperhatikan dalam proses kaderisasi adalah :

1) Corak pengaderan IPM adalah “Paradigma Kritis”, yaitu kaderisasi yang menekankan pada aspek pananaman ideology yang berbasi pada ilmu (Suatu kegiatan yang ditujukan pada usaha proses pembentukan kader (kaderisasi).
2) Pengembangan Paradigma Kritis tersebut bermuara pada lahirnya Trilogi Pembaharuan IPM (Jihad, Ijtihad, dan Mujahadah), yaitu etos kerja, etos intelektual dan etos spiritual.

b. Fungsi Kader Ummat dan Bangsa

Komitmen IPM terhadap proses transformas masyarakat, bangsa, dan negara terwujud dari sumbangan IPM berupa kader-kader yang siap melakukan artikulasi konstruktif dalam rangka pembaharuan dan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu maka:

1) Corak rektuitmen kader IPM harus terbuka (inklusif) terhadap berbagai latar belakang dan potensi pelajar/remaja.
2) Dikembangkan pengaderan-pengaderan alternatif untuk mengakomodir pluralitas kader dan mengalokasikan kader tersebut pada posisi-posisi yang meluas.
3) IPM sebagai Gerakan Keilmuan di kalangan Pelajar

Salah satu karakter pokok IPM untuk menegaskan eksistensinya adalah karakter keilmuan. Corak keilmuan IPM tidak lepas dari kristalisasi prinsip kritis transformative yang menjadi patron bagi pelajar muhammadiyah dalam menaggapi realitas secara ilmiah. Karakter keilmuan tersebut memiliki ciri pemikiran secara dialektis, yakni, ilmuiman- amal, iman-amal ilmu, amal-ilmu-iman yang dipahami sebagai kesatuan integral yang tidak dapat dipisahkan dan harus dimiliki oleh setiap kader. Sehingga, gerakan keilmuan IPM tidak terjebak pada diskursus keilmuan yang dibangun atas dasar nalar instrumental, serba-bebas, serba-boleh (anarkisme), maupun perspektif keilmuan yang terpisah jauh dari nilai-nilai ilahiyah (ketuhanan).

Poinnya, karakter keilmuan IPM mengharuskan kadernya untuk memiliki sifat-sifat ilmu, yaitu: kritis (Q.S. Al Isra:36), terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya (Q.S. Az-Zumar:18), serta senantiasa menggunakan daya nalar ((Q.S. Yunus:10). Pokok pikiran tersebut sekaligus sebagai dasar keilmuan IPM yang mencakup rumusan berikut:

a. Pandangan keilmuan IPM memandang pengetahuan sebagai kesatuan hidup yang hanya dapat tercapai dengan sikap kritis dan terbuka dengan menggunakan akal sehat.
b. Pandangan keilmuan IPM mendasarkan akal sebagai kebutuhan dasar hidup manusia.
Pandangan keilmuan IPM memandang logika sebagai pendidikan tertinggi bagi akal manusia yang hanya akan dicapai jika manusia menyerah kepada petunjuk Allah.

3. IPM sebagai Gerakan Otonom Muhammadiyah

Eksistensi Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan kader adalah untuk mendukung dan mensupport gerakan dakwah Muhammadiyah. Dengan kata lain, IPM menjadi bagian dalam dakwah Muhammadiyah dengan ruang lingkup yang lebih terbatas, dalam hal ini IRM concern dengan lingkungan remaja atau pelajar. Sebagai tangan panjang Muhammadiyah di lingkungan remaja atau pelajar, prinsip-prinsip gerakan IPM harus sama dengan prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran agama Islam menuju tercapainya masyarakat utama yang adil, makmur dan diridhoi Allah Subhanahu Wata`ala.

Pada sisi yang lain IPM adalah sebuah organisasi yang otonom artinya terpisah secara kelembagaan dengan Muhammadiyah. Sebagai organisasi otonom, IPM memiliki hak dan kewajiban untuk mengelola rumah tangganya sendiri tanpa intervensi (campur tangan) Muhammadiyah. Untuk memadukan antara realitas primordial (awal) IPM yaitu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dakwah Muhammadiyah dan IPM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, maka dapat rumusan pemahaman sebagai berikut:

a. IRM selama menjadi organisasi otonom Muhammadiyah berkewajiban untuk menjalankan misi dakwah Muhammadiyah dikalangan pelajar dan remaja.
b. Sifat otonom IPM atas Muhammadiyah dapat dipahami sebagai sifat kemandirian dalam bersikap, bertindak dan mengambil kebijakan selama hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Ikatan dan Persyarikatan.

4. IPM sebagai Gerakan Organisasi Independen

Manusia dilahirkan di muka bumi ini dengan membawa sifat dasar merdeka/bebas. Kemerdekaan atau kebebasan manusia tersebut merupakan modal untuk mencapai kemuliaan dan derajad tertinggi sebagai manusia. Kemerdekaan/kebabasan berarti manusia terbebas dari faktor-faktor dan pengaruh-pengaruh di luar dirinya yang menyebabkan dia tidak leluasa untuk menentukan keberpihakannya kepada sesuatu yang diyakininya sebagai kebenaran. Sehingga dapat dinyatakan bahwa sifat kemandirian IPM berada dalam frame kebebasan dan kemerdekaan untuk menentukan sikap dalam berpihak (hanya) kepada kebenaran.

Kemandirian IPM secara organisatoris berimplikasi kepada sikap percaya diri untuk bebas melakukan kebijakan dan aktivitas apa saja yang dapat menghantarkan kepada cita-cita dan tujuan perjuangan. Dengan mempertimbangkan pengdangan tersebut maka:

a. IPM bukan organisasi yang menjadi bawahan organisasi manapun.
b. IPM bebas melakukan interaksi dan kerja sama dengan organisasi, lembaga, instansi, dan institusi manapun dengan sebuah komitmen yaitu kerja sama dan interaksi yang saling membangun dan menguntungkan dan IPM menolak tegas komitmen yang bertujuan merusak prinsip-prinsip dasar Ikatan dan membawa IPM kepada aliansi yang bersifat organisatoris yang parlemen sehingga dapat mengikat gerakan IPM secara kelembagaan.
c.Interaksi dan kerja sama organisasi yang dibangun IRM dengan organisasi, lembaga, institusi, dan instansi manapun tidak mengurangi kritisme IRM, karena watak perjuangan IRM berkaitan dengan pola hubungan eksternal adalah kritis, konstruktif, dan korektif.

5. IPM dan Aktivitas Politik

Dengan wacana politik di Indonesia, Ikatan Pelajar Muhammadiyah mengedepankan sikap Kritis Emansipatoris [IPM selalu menyuarakan kebenaran dan keadilan dengan dan kepada kepada siapapun dengan potensi organisasinya] dalam menghadapi fenomena yang terjadi. Tak terkecuali ketika IPM berhadapan dengan kekuasaan, IPM akan selalu independen dan hanya memihak kepada kemaslahatan bersama.

Kritis dan independen menjadi kata kunci dalam aktivitas dakwah politik IPM. Untuk itu, IPM tetap menjaga jarak dengan kekuatan politik manapun, untuk menjaga agar IRM tidak dimanfaatkan untuk tujuan politik sesaat atau IPM terjebak dalam arus politik praktis [Hanya mementingkan kekuasaan semata (absolut of power)].Tujuan aktivitas dakwak politik IPM antara lain: Pertama, memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kedua, menyuarakan hati nurani masyarakat untuk mendapat perhatian atas perbaikan nasib mereka. Ketiga, mendorong remaja untuk menjadi kekuatan pembaharuan dalam masyarakat.

* Penulis adalah Mantan Ketua Umum PC IRM Purwokerto dan Anggota Bidang Kader PW IRM Jawa Tengah Periode 1998-2000. Sekarang tinggal bersama isteri dan kedua putrinya di Desa Kamulyan, Kec. Bantarsari, Cilacap, Jawa Tengah.

Pendaftaran Santri Baru PM Insan al-Muwahhid Purwokerto

SELAMAT DATANG SANTRI BARU TAHUN 2021/2022

 SELAMAT DATANG CALON SANTRI BARU PESANTREN INSAN AL-MUWAHHID PURWOKERTO Ayo daftar sekarang juga tinggal klik 👉 http://bit.ly/PSBAlmuwahhi...